Sabtu, 30 Juni 2012

ARSITEKTUR KOLONIAL


MENJELAJAH MUSEUM BRAWIJAYA
Saat pertama kali tiba dikota malang, aku melihat bangunan-bangunan yang ada di kota malang rata-rata adalah bangunan lama atau kolonial. Terfikir sesaat aku untuk mengunjungi bangunan – bangunan  tersebut. Salah satu bangunan yang ingin aku kunjungi adalah musium Brawijaya. Setelah beberapa hari ahirnya kuputuskan untuk pergi ke musium tersebut. Museum Brawijaya adalah musium tua yang memiliki bentuk yang beda dari musium-musium lainnya. Museum ini termasuk dalam bangunan yang berarsitektur kolonial. Museum ini memiliki bangunan atap yang khas dan struktur yang kokoh. Selain itu memiliki interior yang unik. Berikut ini beberapa gambar yang saya ambil dari perjalanan saya ke museum brawijaya..
ü Bentuk atap yang memiliki disain arsitektur menyerupai payung-payung yang berjajar memberikan ciri khas tersendiri,
dan patung soedirman di depan pintu masuk yang menjadi simbol utama di musium brawijaya.
ü Adanya jembatan diatas kolam yang memanjang di depan bangunan membuat suasana menjadi asri dan dingin serta menambah daya tarik tersendiri. selain itu menjadi penghubung ke bangunan utama musium yang membuat bangunan terasa seperti berdiri diatas air.
















ü Struktur kolom – kolom yang berarsitektur, kokoh,dan elegan terlihat didalam bangunan musium. Membuat bangunan terkesan kokoh dan kuat.











ü Pemanfaatan balok-balok bangunan yang melintang sebagai dekorasi pajangan foto-foto para pahlawan. Menambah kesan bangunan yang berarsitektur kolonial.















ü Bentuk almari yang berarsitektur unik yaitu berbentuk segitiga kalu dilihat dari atas dan pemanfaatan kolom-kolom bangunan yang digunakan sebagai etalase kaca.

ü Jendela kaca yang besar yang berbatasan langsung dengan kolam membuat ruangan seakan-akan menyatu denga kolam sehingga menimbulkan suasana  sejuk. Perbedaan kontur pada musium ini membuat ruangan teresa luas.








ü Atap dak dijadikan tempat tuk bersantai membuat tempat ini menjadi salah satu tempat faforit karena dari sini kita bisa melihat pemandangan kolam yang asri dan indah.













ü Bentuk papan nama musium yang simpel dan elegan. Serta adanya senjata perang yang diletakkan di atas bunga teratai menjadi daya tarik tersensdiri.
 



ü Desaint penataan ruangan yang simpel dan berarsitektur kolonial memberikan kenyaman bagi  para pengunjung dalam melihat benda-benda di dalam museum.

ü Penempatan dan penataan barang-barang bersejarah yang rapi dan sesuai dengan aslinya  membuat para pengunjung bisa ikut merasakan suasana prasejarah






Tidak ada komentar:

Posting Komentar