ARSITEKTUR KOLONIAL
MENJELAJAH MUSEUM BRAWIJAYA
Saat pertama kali tiba dikota malang, aku melihat bangunan-bangunan
yang ada di kota malang rata-rata adalah bangunan lama atau kolonial. Terfikir
sesaat aku untuk mengunjungi bangunan – bangunan tersebut. Salah satu bangunan yang ingin aku
kunjungi adalah musium Brawijaya. Setelah beberapa hari ahirnya kuputuskan
untuk pergi ke musium tersebut. Museum Brawijaya adalah musium tua yang
memiliki bentuk yang beda dari musium-musium lainnya. Museum ini termasuk dalam
bangunan yang berarsitektur kolonial. Museum ini memiliki bangunan atap yang
khas dan struktur yang kokoh. Selain itu memiliki interior yang unik. Berikut
ini beberapa gambar yang saya ambil dari perjalanan saya ke museum brawijaya..
ü Bentuk atap yang memiliki disain arsitektur menyerupai
payung-payung yang berjajar memberikan ciri khas tersendiri,
dan patung soedirman di depan pintu masuk yang menjadi
simbol utama di musium brawijaya.
ü Adanya jembatan diatas kolam yang memanjang di depan
bangunan membuat suasana menjadi asri dan dingin serta menambah daya
tarik tersendiri. selain itu menjadi penghubung ke bangunan utama musium yang
membuat bangunan terasa seperti berdiri diatas air.
ü Struktur kolom – kolom yang berarsitektur, kokoh,dan
elegan terlihat didalam bangunan musium. Membuat bangunan terkesan kokoh dan
kuat.
ü Pemanfaatan balok-balok bangunan yang melintang
sebagai dekorasi pajangan foto-foto para pahlawan. Menambah kesan bangunan yang
berarsitektur kolonial.
ü Bentuk almari yang berarsitektur unik yaitu berbentuk
segitiga kalu dilihat dari atas dan pemanfaatan kolom-kolom bangunan yang
digunakan sebagai etalase kaca.
ü Jendela kaca yang besar yang berbatasan langsung
dengan kolam membuat ruangan seakan-akan menyatu denga kolam sehingga menimbulkan suasana sejuk. Perbedaan kontur pada musium ini membuat ruangan teresa luas.
ü Atap dak dijadikan tempat tuk bersantai membuat tempat
ini menjadi salah satu tempat faforit karena dari sini kita bisa melihat
pemandangan kolam yang asri dan indah.
ü Bentuk papan nama musium yang simpel dan elegan. Serta
adanya senjata perang yang diletakkan di atas bunga teratai menjadi
daya tarik tersensdiri.
ü Desaint penataan ruangan yang simpel dan berarsitektur
kolonial memberikan kenyaman bagi para
pengunjung dalam melihat benda-benda di dalam museum.
ü Penempatan dan penataan barang-barang bersejarah yang
rapi dan sesuai dengan aslinya
membuat para pengunjung bisa ikut merasakan suasana prasejarah




















Tidak ada komentar:
Posting Komentar